Benteng Raja Namrud, Saksi Sejarah sejak Masa Ibrahim Hingga Perang Suriah-Israel


Situs-situs bersejarah bertebaran di penjuru dunia. Sisa-sisa peninggalan masa lalu yang hingga kini masih ada, tak hanya terkait soal budaya masa lalu tapi juga bisa menjadi pengingat bagi orang-orang di masa kini tentang peristiwa dahulu dan pelajaran berharga darinya.

Pelajaran berharga semacam ini tak melulu datang dari peninggalan sejarah yang diwariskan orang-orang baik. Namun, sejarah juga mencatat sederet tokoh ‘antagonis’ yang turut berperan. Mereka pun menyisakan puing-puing masa keemasannya yang juga menyimpan pelajaran berharga bagi semua orang yang mau memetik hikmah di baliknya.

Nah, salah satu peninggalan tersebut adalah Nimrod Fortress atau Benteng Raja Namrud.

Namrud berkuasa di era kenabian Ibrahim sekitar 2500 SM. Namrud, dalam riwayat disebut sebagai Raja yang melampaui batas karena mengaku sebagi tuhan. Dia lah yang memerintahkan Nabi Ibrahim masuk ke dalam api. Dalam kisah Taurat, Injil dan Alquran, api itu didinginkan Allah, sehingga Nabi Ibrahim selamat.

Namun sejarah terus berlanjut. Dikutip dari Atlas Obscura, petilasan Raja Namrud yang berupa benteng berada di kaki Gunung Hermon. Benteng ini sempat dikuasai Pasukan Salib dan diperkuat untuk bertahan dari serangan pasukan Sultan Saladin atau Salahudin Al Ayubi. Lokasinya yang berada di Dataran Tinggi Golan bagian utara, memang strategis untuk mengawasi wilayah Levant (Suriah, Yordania, Israel, hingga Palestina).

Selama Perang Salib, wilayah Levant menjadi penuh sesak dengan kastil yang dibangun oleh Pasukan Salib yang putus asa untuk mempertahankan wilayah mereka dari tekanan pasukan Saladin yang tangguh.

Benteng Raja Namrud tercatat sebagai kastel terbesar dari Abad Pertengahan yang tersisa di wilayah tersebut. Pengepungan Acre pada 1291 oleh Saladin, mendesak Tentara Salib keluar dari Acre atau Akko.

Pada 1192, di masa Perang Salib Ketiga, usai secara signifikan mengusir Pasukan Salib, setahun kemudian Sultan Saladin wafat. Keponakannya, Al-Aziz Othman menggantikannya. Ia berencana memperbesar kastel Raja Namrud di atas tebing di Dataran Tinggi Golan untuk melindungi Tanah Suci Yerusalem. Sebelum Pasukan Salib memasuki Palestina, ia berharap bisa menahannya sejak dari Golan.

Perkiraan Othman benar. Tentara Salib tidak lama-lama pergi, dan benteng itu diperintahkan segera dibangun antara 1227 dan 1230 untuk mengantisipasi kembalinya pasukan Kristen di bawah Frederick II, Kaisar Romawi Suci.

Benteng itu berhasil bertahan dari serangan kaum Frank, serta serangan-serangan selanjutnya di bawah Raja Louis IX dari Perancis. Meskipun benteng ini tangguh, Benteng Raja Namrud akhirnya berhasil dikuasai oleh orang-orang Mongol, sebelum akhirnya diambil alih para Sultan Dinasti Mamluk.

Di bawah kendali para Sultan Mamluk dari bangsa Baibar, Benteng Raja Namrud diperluas lagi. Dinasti ini meninggalkan prasasti-prasasti Arab yang memuji Suku Baibars, lengkap dengan simbol singa Baibar.

Usai peperangan besar benteng itu pernah terlantar berabad-abad. Namun posisi strategis Benteng Raja Namrud itu tak bisa diabaikan. Terhitung, Kesultanan Turki Ottoman dan Prancis pernah menggunakannya untuk memadamkan perlawanan bangsa Arab dan Druze. Pasukan Suriah juga pernah menggunakannya untuk bertahan dalam Perang Enam Hari melawan Israel.

Saat ini, kastil berada di bawah kendali layanan taman nasional Israel. Penghuni yang tak terusir adalah hyrax –tampak seperti tikus namun kerabat dekat gajah. Hewan-hewan itu tinggal di sela-sela bebatuan benteng.

Bila ingin menyambangi Benteng Raja Namrud, sebaiknya menggunakan mobil. Meskipun bisa diakses dengan kereta api dan bus dengan transit di Kiryat Shmona. Di sekeliling benteng terdapat sejumlah desa Druze, dan hanya beberapa mil di sebelah barat terdapat reruntuhan kuil Yunani, Hermon Spring.

Dibutuhkan sekitar satu setengah jam untuk berkeliling kastel, yang membentang di sepanjang puncak Gunung Hermon. Pada musim panas, Taman Nasional Benteng Raja Namrud buka pada Ahad hingga Kamis dan Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Pada musim dingin, taman ini buka mulai hari Minggu hingga Kamis dan Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Kastel ditutup satu jam dari jam tutup normal pada hari Jumat. Tiket adalah 22 shekel untuk dewasa dan 9 shekel untuk anak-anak. []

SUMBER: ATLAS OBSCURA

0 Response to "Benteng Raja Namrud, Saksi Sejarah sejak Masa Ibrahim Hingga Perang Suriah-Israel"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel