5 Fakta Kapten Afwan Pilot Sriwijaya Air SJ 182, Ternyata Beliau Orang yang Baik

KECELAKAAN pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu (9/1/2021) menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan segenap bangsa Indonesia. Sejumlah sumber menyebut, pesawat hilang kontak sekitar empat menit setelah take-off. Lokasi berada di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut membawa 62 orang, 50 penumpang dan 12 kru. Salah seorang kru yang ada dalam penerbangan tersebut adalah Kapten Afwan. Nama Kapten Afwan atau Capt Afwan menjadi sosok paling dibicarakan di media sosial. Tak sedikit warganet yang mengenalnya sosok Capt Afwan sebagai orang yang sangat baik dan ramah.

Berikut beberapa fakta Capt Afwan, pilot maskapai Sriwijaya Air SJ 182:

1. Biasa pakai peci putih dan dipanggil ustadz
Salah satu rekan Kapten Afwan memberi kesaksian tentang sosok sang pilot. Ayah tiga anak ini dikenal sebagai orang yang menjaga ibadahnya. Peci berwarna putih juga menjadi ciri khas Kapten Afwan.

Ada pula seorang engineer Sriwijaya Air yang turut memberi kesaksian tentang sosok Kapten Afwan. Dalam keseharian, ia suka dipanggil ustadz.

“Capt Afwan orangnya baik, sering dipanggil pak ustadz, tiap landing past menyempatkan shalat berjamaah. Sering sedekah sama orang-orang ground dan orang-orang yang ikut shalat jamaah bareng dia,” tulisnya.

2. Baik dan ramah
Ketua RT tempat Capt Afwan tinggal, Agus Pamudio menceritakan soal sosok Kapten Afwan. Menurut Agus, Kapten Afwan merupakan pribadi yang sangat baik dan ramah.

“Orangnya baik ramah banget, kalau naik mobil lihat ada warga, berhenti, nyapa, kalau pas lagi jalan habis dari Masjid juga nyapa warga ngobrol biasa,” kata Agus.

3. Rajin shalat berjemaah ke masjid
Afwan dikenal rajin shalat berjamaah lima waktu bersama warga di masjid lingkungan kediamannya itu. Selain rajin shalat berjamaah di masjid, Afwan rupanya juga kerap isi tausiyah di lingkungan RT tempatnya tinggal.

4. Tak mau salaman dengan bukan mahram
Kapten Afwan tak berani melihat para pramugari yang bertugas bersamanya. Ia juga tak mau bersalaman dengan yang bukan mahramnya.

“Dia nggak mau salaman dengan yang bukan mahram, kalau lihat pramugari suka nunduk,” tulis pesan dari rekan kerja Capt Afwan kepada Ustadz Syam.

5. Mantan penerbang TNI AU
Afwan rupanya juga merupakan mantan penerbang TNI Angkatan Udara (AU). Hal ini dibenarkan oleh salah satu keponakan Kapten Afwan, Muhammad Akbar.

“Iya, beliau adalah alumni penerbangan (TNI) AU,” kata Muhammad Akbar. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *