Amalan Seorang Muslim yang Membuat Malaikat Menangis

PERASAAN takut kepada Allah SWT adalah intisari kesempurnaan agama. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa segala kebijaksanaan adalah perasaan takut kepada Allah SWT.

Dalam kitabnya Fadhail Al-‘Amal, Syekh Maulana Muhammad Zakarriya Al-Kandahlawi, menceritakan bahwa Sayyidin Ibnu Umar RA sering menangis karena takut kepada Allah SWT. “Demikian seringnya ia menangis sehingga matanya menjadi buta,” katanya.

Kisah Malaikat Seribu Tangan

Suatu ketika ada seseorang yang memperhatikannya. Ia berkata kepada orang itu. “Tampaknya engkau heran melihat aku menangis?”

Ia melanjutkan, sungguh, matahari pun menangis karena takut kepada Allah SWT.” Dalam riwayat lain ia berkata “Bulan pun menangis karena takut kepada Allah SWT.”

Ketika seorang sahabat muda sedang membaca Alquran surat Ar-Rahman ayat 37 lewatlah Rasulullah SAW. Ketika bacaan pemuda tadi sampai ayat yang berbunyi. “Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah nawar seperti kilapan minyak.”

“Ya Allah, bagaimana keadaanku bila langit telah terbelah kiamat? Sungguh malang nasibku.”

Lalu, Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Tangisanmu telah menyebabkan para malaikat ikut menangis.”

Seorang sahabat dari golongan Anshar setelah menunaikan sholat tahajudnya lalu duduk sambil menangis tersedu-sedu dan ia berkata, “Aku memohon perlindungan kepada Allah SWT dari api neraka jahanam.” Rasulullah SAW bersabda, “Hari itu kamu telah membuat para malaikat menangis.”

Saudaraku, Waspada Malaikat Maut Mengintaimu

Seorang sahabat yang bernama Sayyidina Abdullah bin Rawahah RA menangis sedih. Ketika terlihat istrinya, lalu istrinya langsung ikut menangis. Sayyidina Abdullah Bin Rawahah katanya, “Mengapa kamu menangis?” Jawab istrinya, ” Saya menangis karena engkau menangis.”

Sayyidina Abdullah bin Rawahah berkata, “Aku menangis karena membayangkan jika nanti aku harus menyeberangi neraka jahanam melalui shirat. Aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau tertinggal di sana.” []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *