Inilah yang Dilakukan Turki Terhadap Ornamen Kristen di Masjid Megah Hagia Sophia

Pemerintah Turki berencana menutup gambar Yesus, Bunda Maria, dan santo yang terdapat di berbagai bagian bangunan Hagia Sophia. Turki akan memanfaatkan teknologi dan pencahayaan khusus untuk mewujudkan hal itu.

Menurut laporan Greek City Times, penutupan gambar tersebut dilakukan agar umat Muslim dapat beribadah dengan tenang di museum yang kini telah diresmikan menjadi masjid itu.

Dilansir dari Sputnik News, Ahad (12/7/2020), tirai khusus akan digunakan selama ibadah berlangsung di Masjid Hagia Sophia. Kemudian, karpet juga akan digelar di lantai dan diterangi, sehingga menggelapkan ruangan agar gambar tokoh Kristiani tersebut tidak terlihat.

Juru Bicara Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin meyakinkan perubahan Hagia Sophia dari museum menjadi masjid tidak akan menghentikan wisatawan yang ingin berkunjung.

Mereka tetap bisa mengunjungi Hagia Sophia dan Hagia Sophia sebagai warisan dunia pun tidak akan hilang. Namun, sebagaimana fungsinya yang sudah berubah menjadi masjid, maka para pengujung pun harus melepaskan alas kaki ketika memasuki Hagia Sophia.

“Menjadikan Hagia Sophia sebagai tempat beribadah bukan berarti menahan wisatawan lokal atau asing mengunjungi situs itu, dan (pemerintah) Turki tetap akan mempertahankan ikon-ikon unik ajaran Kristen dan gambar mozaik Yesus Kristus di gedung itu,” ujar Kalin.

Namun, Kalin tidak merinci lebih lanjut mengenai melestarikan ikon-ikon Kristen tersebut. Ia khawatir hal itu dapat memicu kekhawatiran umat Kristen setelah keputusan Presiden Turki pada Jumat lalu yang mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

Sebelumnya, Metropolitan Hilarion dari Volokolamsk dari Gereja Ortodoks Rusia telah memperingatkan pada pekan lalu mozaik Yesus dan Bunda Maria yang diselamatkan secara ajaib itu kemungkinan besar akan rusak apabila Turki mengubahnya menjadi masjid.

Dalam sebuah wawancara dengan media Rossiya 24 Rusia, pemimpin gereja Ortodoks mengatakan ingin mengetahui nasib mozaik tersebut nantinya. Serta bagaimana nasib Hagia Sophia setelah bangunan ini berfungsi menjadi masjid.

Sebelumnya pada 10 Juli 2020, Erdogan membenarkan telah menandatangani dekrit tentang status baru museum Hagia Sophia. Tidak lama setelah pengadilan administratif tertinggi Turki membatalkan dekrit 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, yang berarti bahwa itu sekarang dapat digunakan sebagai masjid. []

SUMBER: SPUTNIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *