Kehidupan Bertanya Pada Kematian : Mengapa Manusia Mencintai Aku dan Membencimu?

Kehidupan bertanya pada kematian, “Mengapa manusia mencintai aku dan membencimu?”

Kematian menjawab, “Karena kamu adalah fatamorgana yang indah, sedangkan aku adalah kepastian yang menyakitkan!”

Dunia memang indah penuh gemerlap bahkan membuat silau kemewahannya, tapi semua itu tidak lebih dari permainan dan sandiwara saja yang pasti berakhir dengan kematian.

Kematian bukanlah akhir dari segalanya, akan tetapi kematian adalah awal kehidupan yang sebenarnya, tanpa ada permainan dan sandiwara lagi.

Kematian tidak lain hanyalah perpindahan dari negeri sandiwara menuju negeri nyata untuk mendapatkan hisab (perhitungan) atas semua amal perbuatan kita dan jaza’ (pembalasan) yang setimpal atas semuanya.

Hakikat kehidupan dunia menurut firman Allah dalam kitab suci Al-Qur’an, surat 57 Al-Hadid 20-21:

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. 

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. 

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Semoga Allah bimbing kita untuk tetap istiqamah di jalan-Nya sampai husnul khatimah, aamiin ya Robb. []

Akhukum Fillah
Abdullah Sholeh Hadrami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *