Kisah Buzzer Tobat : Saya Mau Tobat Ustadz, Apakah Allah Mau Menerimanya?

Selama ini, Ustaz Hilmi Firdausi tak pernah marah walaupun sering dicaci makin oleh sejumlah netizen.

Bagi Hilmi sikap mereka merupakan bagian dari dinamika kehidupan yang tak perlu ditanggapi dengan emosionil. Hilmi justru selalu mendoakan mereka yang terbaik. Dia juga lebih sering mencandai mereka yang menyerangnya.

Sikap yang ditunjukkan Hilmi sekaligus untuk memberikan contoh bahwa dalam merespon keadaan apapun mesti tetap dengan bersikap tenang karena kalau terpancing dan ikut marah, justru tidak baik.

Beberapa waktu yang lalu secara mengejutkan ada salah salah seorang netizen yang mengaku sebagai mantan Buzzer menghubungi Hilmi untuk pengakuan dosa. Mantan Buzzer itu mengakui selama ini bersama teman-temannya sering ‘memaki-maki’ Hilmi.

Dalam screencapture pengakuan dosa mantan Buzzer yang diposting oleh Hilmi ke akun Twitter, dia memuji sikap tokoh Agama yang satu ini karena menurut dia sangat berbeda dengan ustaz-ustaz lain. Ustaz lain disebutnya gampang sekali tersulut ketika diserang di media sosial. “Ustaz malah dibecandain, kami jadi bingung mau komen apalagi,” kata mantan Buzzer.

Para Buzzer sampai kehabisan amunisi buat memancing kemarahan Hilmi di media sosial. Semua cara sudah dicoba, tetapi gagal.

Semua senjata yang biasanya dipakai untuk menyerang ustaz-ustaz lain dan berhasil, kata mantan Buzzer, selalu tak bisa untuk mengalahkan Hilmi. “Kami jadi bingung,” kata mantan Buzzer.

“Saya mau Tobat ust… apakah Allah terima Tobat saya?” kata mantan Buzzer.

Hilmi bersyukur salah satu Buzzer yang selama ini menghinanya kini sadar diri dan Tobat. Dia berharap langkah mantan Buzzer ini diikuti oleh yang lain.

“Kisah Buzzer taubat… semoga menjadi hikmah dan makin banyak yang lain untuk mengikuti. Menghentikan caci ‘maki di medsos hanya karena berbeda masalah pilihan politik. Baarakallahu fiikum,” kata Hilmi melalui akun Twitter @Hilmi28. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *